Menurut penelitian beberapa ahli sunat dapat mengurangi penularan AIDS akibat aktivitas seksual. Inilah hasil penelitian yang dilakukan di Rio de Janeiro . Prevalensi Hiv dan AIDS sangat rendah dimasyarakat yang secara tradisional mempraktekkan sunat dibandingkan dengan masyarakat yang tidak mempraktekkannya,"kata Bertrand Auvert dari France's National Agency for AIDS Research.
Penelitian melibatkan lebih dari 3000 pria sehat berusia 18-24 tahun di Privinsi Guateng, Afruka Selatan, sebuah wilayah yang 32 % penduduk usia dewasanya terinveksi HIV. Hasilnya, 65% pria di kalangan yang disunat atau disirkumsisi terhindar dari penyakit yang menular itu.
Beberapa yang telah disunat saat penelitian dimulai, dan sebagian lagi disirkumsisi setelah penelitian berlangsung selama 21 bulan. Pada akhir masa penelitian, ditemukan 69 kasus inveksi HIV. Penderita dari kalangan yang telah disunat cukup kecil, hanya 18 orang."ini menunjukkan bahwa sirkumsisi bisa mencegah enam atau tujuh orang dari setiap 10 kemungkinan penularan,"kata Auvert.
Menurut Auvert, penis yang tidak disunat memiliki kemungkinanlebih beresiko menularkan AIDS. Karena lipatan kulit yang lembap jadi tempat yang nyaman bagi virus HIV untuk bertahan dan bereproduksi. Hanya hasil penelitian ini belum final. Masih perlu banyak penelitian lain untuk membuktikannya, termasuk dua penelitian serupa yang dilakukan di Uganda dan Kenya.
Penelitian melibatkan lebih dari 3000 pria sehat berusia 18-24 tahun di Privinsi Guateng, Afruka Selatan, sebuah wilayah yang 32 % penduduk usia dewasanya terinveksi HIV. Hasilnya, 65% pria di kalangan yang disunat atau disirkumsisi terhindar dari penyakit yang menular itu.
Beberapa yang telah disunat saat penelitian dimulai, dan sebagian lagi disirkumsisi setelah penelitian berlangsung selama 21 bulan. Pada akhir masa penelitian, ditemukan 69 kasus inveksi HIV. Penderita dari kalangan yang telah disunat cukup kecil, hanya 18 orang."ini menunjukkan bahwa sirkumsisi bisa mencegah enam atau tujuh orang dari setiap 10 kemungkinan penularan,"kata Auvert.
Menurut Auvert, penis yang tidak disunat memiliki kemungkinanlebih beresiko menularkan AIDS. Karena lipatan kulit yang lembap jadi tempat yang nyaman bagi virus HIV untuk bertahan dan bereproduksi. Hanya hasil penelitian ini belum final. Masih perlu banyak penelitian lain untuk membuktikannya, termasuk dua penelitian serupa yang dilakukan di Uganda dan Kenya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar